Mari bantu Sokola Makassar
Suara tawa, canda, teriakan terdengar. Tampak riuh anak – anak berlari kesana kemari, yang kemudian mereka duduk manis ketika pertunjukkan dimulai.
Malam itu saya menyempatkan diri untuk datang ke pentas seni sebuah sekolah alternatif yang bernama Sokola Pesisir atau Sokola Makassar. Pentas seni tersebut diadakan dalam rangka memperingati hari anak.
Rumah kita yang bukan milik kalian!
Cuaca buruk kembali menghantam rumah kita. Kali ini tidaklah mudah. Begitu banyak yang ingin dijaga, begitu banyak yang ingin dirangkul. Sempat bertanya, kenapa harus rumah ini? Tapi sudahlah, bukan saatnya.
Badai itu akan menyerang dari segala sisi. Dan semampu apa rumah kita akan bertahan? Sekuatnya!!! Penghuninya tidak akan pernah membiarkan sesuatu yang buruk terjadi. Tidak ada ruang untuk yang ingin berbuat jahat.
Penghuninya percaya semua akan baik – baik saja. Pasti akan terlewati. Badai ini tidak akan bisa menghancurkan rumah. Karena kita punya pelindung yang sangat hebat. ALLAH.
Rumah ini memang bukan hanya milik kami. Rumah ini milik kita. TAPI BUKAN MILIK KALIAN! Jadi enyahlah!!!
Saat sakit di Cita Haida
Sakit di Cita Haida (CH) itu suka bikin nyesek, jauh dari rumah. Tapi lebih nyeseknya lagi waktu tahu betapa perhatiannya anak – anak kost saat kita sakit.
Dulu, saya pernah sakit cukup parah. Sakit types. Yang mengantar ke rumah sakit ya anak kost, yang saya pinjami uang buat bayar biaya berobat juga, yang membelikan bubur, yang tidak bosan menjenguk kamarku dan bertanya saya baik – baik saja atau saya butuh apa, ya mereka di CH.
(lagi…)
Dua Ribu Dua Belas
2012, saatnya menghidupkan kembali semangat yang sempat meredup di penghujung tahun. Semangat !!!
Resolusi
Resolusi 2012 : ……………… “Mungkin kau mau membantuku mengisinya? Ujarku pada bayanganku sendiri”
Seperti biasa ketika tahun berganti, beberapa orang berlomba membuat resolusi. Sedang saya? Mungkin tidak.
Saya adalah tipe orang yang jarang membuat rencana/target jangka panjang. Takut tidak bisa menepati. Alasan klasik, tapi begitulah. Meskipun demikian, bukan berarti saya tidak pernah membuat target dipenghujung tahun. Pernah, beberapa kali, bertahun – tahun yang lalu. Sampai akhirnya disebuah titik saya berhenti. Ntahlah, saya hanya ingin membiarkan semuanya mengalir.
(lagi…)
Kangen
Sudah beberapa hari ini secara tidak sengaja saya merindukan orang – orang yang ada didalam foto. Kapan lagi kita berkumpul secara utuh? Kapan lagi kita bercanda dan melewati hari tanpa harus memikirkan apa yang terjadi esok? Kapan lagi kita akan memandang gunung merbabu dari kaki merapi? Kangen!
Makassar, datang dan lihatlah sendiri
Apa yang pertama kali terlintas ketika mendengar 2 kata, mahasiswa Makassar? Demo, anarkis, tawuran, mungkin itu yang akan terucap.
Saya tidak tahu dengan pasti sejak kapan pemberitaan tentang tawuran di Makassar (terutama mahasiswa) mulai sering menghiasi layar kaca dan media cetak. Yang saya ingat hanyalah setiap kali kericuhan terjadi di Makassar, setiap kali televisi menayangkan mahasiswa yang sepertinya begitu menikmati aksi lempar batu, hampir bisa dipastikan saya yang kala itu sedang menempuh pendidikan di kota Jogja harus menghadapi pertanyaan klasik dari orang – orang yang mengenalku. Saya bahkan masih ingat dengan jelas saat akan asistensi tugas akhir, dosen pembimbingku menghabiskan sebagian besar waktu untuk membahas tentang aksi anarkis mahasiswa Makassar yang begitu fenomenal.
“Kenapa mahasiswa Makassar seperti itu?”
“Memangnya dibiarkan kalau tawuran?”
“Orang Makassar seperti itu? Semuanya harus diselesaikan dengan adu otot?”
(lagi…)
Happy b’day AM
Sebuah sore awal desember 2010 di Benteng Somba Opu, saat itu saya bertemu dan berkenalan dengan beberapa orang. Ada kak Nanie, Tika, iQko, Herman dan kak Ntan. Hampir semuanya orang baru bagiku, kecuali kak Nanie. Ini pertemuan keduaku dengannya setelah sekitar tahun 2009 kami sempat bertemu disebuah warnet daerah perintis kemerdekaan. Pertemuan dengan 5 orang tersebut tanpa saya sadari ternyata itulah kopdar pertamaku dengan salah satu komunitas di Makassar.
Berawal dari situ kemudian berlanjut kopdar beberapa jam di Puntondo, dan beberapa minggu setelahnya Pak Ipul yang kebetulan teman kantor menanyakan alamat email, yang ternyata mau dimasukkan ke sebuah milis.
(lagi…)
Hatiku-Kamu
Beberapa tahun terakhir rasanya saya bergerak begitu cepat. Hingga disebuah waktu menyadari ada yang tertinggal. Hatiku.
Hatiku tertinggal begitu jauh. Haruskah saya kembali ke belakang untuk mengambilnya? Atau menunggunya yang sedang terseok – seok menghampiriku? Ntahlah.
Saya masih menginginkan hatiku, sebab didalamnya ada kamu.
Bersama, kita pasti bisa
Sebuah perjalanan yang masih sangat baru, tapi inilah yang Komunitas Pecinta Anak Jalanan Makassar lakukan selama hampir 2 tahun ini. Memang belum banyak yang bisa diberikan pada mereka pasukan bintang KPAJ, tapi kami yakin jika bersama kita pasti bisa memberikan pendidikan yang layak untuk mereka.
Terima kasih yang tidak terhingga untuk semua yang sudah meluangkan waktu (maupun materi) bersama KPAJ, menyenangkan bisa mengenal kalian
Karena berbagi tidak pernah rugi
Saat bahagia dan sedih beda tipis
Bermula dari beberapa bulan ini kami di KPAJ harap cemas akan pengumuman ujian paket A yang telah diikuti 9 Pasukan Bintang (PB) tanggal 12-14 Juli 2011 lalu.
Kemarin pagi berdua teman bertandang ke kantor dinas pendidikan kota untuk menanyakan hal tersebut. Ternyata hasilnya sudah keluar, tapi lembarannya tidak tahu terselip dimana. Hanya ditemukan 1 nama, dan tidak lulus. Ibu di dinas pendidikan itu memastikan adik binaan kami ada yang lulus. Ntahlah, harus merasakan bagaimana? Bahagia atau sedih?
(lagi…)










Yang Koment