Saat sakit di Cita Haida
3 Januari 2012 at 4:22 pm 2 komentar
Sakit di Cita Haida (CH) itu suka bikin nyesek, jauh dari rumah. Tapi lebih nyeseknya lagi waktu tahu betapa perhatiannya anak – anak kost saat kita sakit.
Dulu, saya pernah sakit cukup parah. Sakit types. Yang mengantar ke rumah sakit ya anak kost, yang saya pinjami uang buat bayar biaya berobat juga, yang membelikan bubur, yang tidak bosan menjenguk kamarku dan bertanya saya baik – baik saja atau saya butuh apa, ya mereka di CH.
Ntah karena jiwa penolongnya yang besar, atau sudah merasa seperti keluarga atau karena memang seringnya ada yang sakit mendadak (?), akhirnya kita di CH seolah sudah ‘biasa’ kalau ada yang sakit, dibangunkan tengah malam, buru – buru mengantar ke dokter mau jam berapapun, dan semuanya dilakukan tanpa mengeluh.
Itulah sebabnya meskipun cemas saat mendengar kabar ada yang butuh darah cukup banyak dibeberapa malam lalu, tapi perasaan tenang juga menghampiri. Saya percaya anak – anak kost pasti akan melakukan yang terbaik, semampu mereka.
Penghuni CH memang telah berganti. Tapi saya percaya kebaikan yang ada didalamnya tidak akan sirna begitu saja. Saya percaya kost itu akan tetap menyenangkan, meskipun mungkin tidak akan pernah sama seperti dulu.
Cita Haida, tempatku berlindung selama hampir 5 tahun. Tempatku belajar berbagi dan mengatur sesuatu yang bernama egois. Tempatku menemukan orang – orang yang menyenangkan. Tempat yang selalu membuatku terus dan ingin terus kesana. Dan meskipun kami telah berjarak, ntah kenapa rasa cemas setiap terjadi sesuatu tidak bisa hilang begitu saja. Ya, mungkin karena mereka adalah keluargaku (juga). Saya merindukan kalian (selalu).
*Postingan lain tentang Cita Haida ~> Dunia lain di kostku
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .
2 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed






1.
dinda aulia marhaeni (@bocahkijil) | 3 Februari 2012 pukul 1:49 pm
Aku kangen kalian *Cita Haida*
2.
kHie | 18 Februari 2012 pukul 1:45 am
*peluks*