Resolusi
30 Desember 2011 at 12:34 am Tinggalkan komentar
Resolusi 2012 : ……………… “Mungkin kau mau membantuku mengisinya? Ujarku pada bayanganku sendiri”
Seperti biasa ketika tahun berganti, beberapa orang berlomba membuat resolusi. Sedang saya? Mungkin tidak.
Saya adalah tipe orang yang jarang membuat rencana/target jangka panjang. Takut tidak bisa menepati. Alasan klasik, tapi begitulah. Meskipun demikian, bukan berarti saya tidak pernah membuat target dipenghujung tahun. Pernah, beberapa kali, bertahun – tahun yang lalu. Sampai akhirnya disebuah titik saya berhenti. Ntahlah, saya hanya ingin membiarkan semuanya mengalir.
Kemudian di 2006 tanpa sengaja saya kembali mencoba membuat sebuah target tepat dipergantian tahun. “Saya harus lulus dan wisuda bulan April 2007″. Sebuah keharusan yang saya sendiri sempat kaget ketika mengucapkannya. April? Itu berarti saya hanya punya waktu 3 bulan sebelum ujian meja. Gila! Saya baru saja mengikuti seminar judul diakhir november. Saya belum menyentuhnya lagi sejak saat itu. Dan saat pergantian tahunpun saya bahkan masih bersenang – senang di ibukota bersama beberapa teman kuliah, menikmati libur. Tapi, saya sudah mengucapkannya. Yang saya tahu, saya akan kecewa jika tidak bisa menjadikannya kenyataan. Jadi, jalan satu – satunya ya mencoba, semampuku.
Bisa ditebak apa yang saya lakukan sesudahnya. Memaksa otak bekerja lebih giat, menyuruh tubuh bergerak jauh lebih cepat, mengurangi jam tidur dari 8-7 menjadi 1-2 jam saja, membujuk kaki untuk tidak bosan berjalan menuju ruang dosen – perpustakaan – studio, merayu jemari untuk tetap tabah membuka lembar demi lembar buku dan mengetik kata demi kata.
Tapi semuanya terbayar. Awal maret, saat membuka pintu ruang seminar, saya berkata “lulus” pada teman – teman yang menungguiku. Tersenyum lega, sangat lega. Setelah bermain – main 5 tahun 7 bulan, akhirnya meskipun tertatih saya berhasil menyelesaikannya. Dan yang terpenting, saya berhasil menepati janji itu.
Kemudian setelahnya, saya tidak pernah lagi membuat target apapun. Hingga dipenghujung tahun 2011 yang sehari lagi akan berganti, saya tidak berminat untuk membuat target jangka panjang. Biarlah semuanya mengalir. Bukan berarti pasrah, tapi membiarkan kehidupanku berjalan seperti tahun – tahun sebelumnya.
Saat pergantian tahun, yang biasa saya ucapkan dalam hati hanyalah “semoga tahun depan lebih baik dari tahun ini, lebih bersahabat”. Apa itu bisa disebut sebuah resolusi? Ntahlah. Tapi hanya itu yang selalu terbersit ketika tahun berganti, atau ketika umurku didunia berkurang. Mungkin karena otakku telah terlatih dengan kalimat itu. Mungkin saja karena telah terbiasa mengucapkannya bertahun – tahun. Atau mungkin karena saya terlalu malas untuk memikirkan hal lain. Sekali lagi, ntahlah.
Selamat datang dua ribu dua belas. Kejutan apa lagi yang akan terjadi? Saya menunggu sembari tetap menjalani hidup sebaik mungkin.
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .






Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed