Archive for 30 November 2011
Makassar, datang dan lihatlah sendiri
Apa yang pertama kali terlintas ketika mendengar 2 kata, mahasiswa Makassar? Demo, anarkis, tawuran, mungkin itu yang akan terucap.
Saya tidak tahu dengan pasti sejak kapan pemberitaan tentang tawuran di Makassar (terutama mahasiswa) mulai sering menghiasi layar kaca dan media cetak. Yang saya ingat hanyalah setiap kali kericuhan terjadi di Makassar, setiap kali televisi menayangkan mahasiswa yang sepertinya begitu menikmati aksi lempar batu, hampir bisa dipastikan saya yang kala itu sedang menempuh pendidikan di kota Jogja harus menghadapi pertanyaan klasik dari orang – orang yang mengenalku. Saya bahkan masih ingat dengan jelas saat akan asistensi tugas akhir, dosen pembimbingku menghabiskan sebagian besar waktu untuk membahas tentang aksi anarkis mahasiswa Makassar yang begitu fenomenal.
“Kenapa mahasiswa Makassar seperti itu?”
“Memangnya dibiarkan kalau tawuran?”
“Orang Makassar seperti itu? Semuanya harus diselesaikan dengan adu otot?”
(lagi…)






Yang Koment