Saat bahagia dan sedih beda tipis
Bermula dari beberapa bulan ini kami di KPAJ harap cemas akan pengumuman ujian paket A yang telah diikuti 9 Pasukan Bintang (PB) tanggal 12-14 Juli 2011 lalu.
Kemarin pagi berdua teman bertandang ke kantor dinas pendidikan kota untuk menanyakan hal tersebut. Ternyata hasilnya sudah keluar, tapi lembarannya tidak tahu terselip dimana. Hanya ditemukan 1 nama, dan tidak lulus. Ibu di dinas pendidikan itu memastikan adik binaan kami ada yang lulus. Ntahlah, harus merasakan bagaimana? Bahagia atau sedih?
Dan pagi ini, setelah kemarin bertukar nomer telpon, ibu-nya mengirim sms mengabarkan nama – nama yang lulus dan tidak lulus.
Saya sedih. Seketika terpaku tidak tahu harus bagaimana. Dari 9 PB, ada 5 yang tidak lulus. Terdiam bukan pada jumlahnya, tapi nama – nama yang tertera dilayar telpon. Tadinya besar harapan mereka semua bisa lulus. Dan jikapun harus ada yang tidak, sama sekali bukan bermaksud pilih kasih, tapi 2 nama yang tidak kuharapkan masuk dalam daftar tidak lulus. Dua nama yang saya tahu dengan sangat pasti betapa besar kemauan mereka untuk belajar, untuk kembali bersekolah, punya semangat untuk mengubah kehidupannya menjadi lebih baik. Saya menangis mengingat itu. Dua nama yang selama 3 bulan persiapan mereka nyaris tidak pernah alpa belajar di rumah KPAJ setiap malam.
Tapi sudahlah, skenario Allah selalu yang terbaik. Ada hal – hal yang mungkin sempat kami abaikan, tapi tetap membiarkan mereka untuk ikut ujian. Mungkin juga waktu untuk mempersiapkan mereka hanya 3 bulan. Sangat singkat jika dibandingkan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) lain, yang harus belajar terlebih dahulu minimal 3 tahun. Kami 3 bulan harus jungkir balik mencari solusi untuk mengajari cara menjawab soal – soal pada mereka yang sudah lama tidak mengenyam bangku sekolah, mereka yang sudah lama tidak memegang buku pelajaran. Ah iyah, sedari tadi saya sedang mencari alasan, berusaha keras menghibur diri, tapi ternyata susah. Susah untuk tidak merasa sedih.
Maafkan ‘dek, jika kami ternyata belum mampu mentransfer ilmu dengan baik pada kalian. Berharap kalian tidak patah semangat. Yuk, berjuang bersama lagi untuk ujian awal tahun depan.
Dan yang lulus, selamat. Bangga pada kalian, ternyata kalian mampu melewatinya dengan baik. Bangga, diantara 25 peserta ujian, hanya 10 orang yang lulus dan kalian berempat masuk diantaranya. Tidak sabar mengucapkan selamat bersekolah kembali, dan tersenyum bahagia melihat kalian memakai seragam putih-biru
Entry filed under: Uncategorized. Tags: .







Yang Koment